Heartbeat In The Rain - Eps.2. "Ditelan Bingung"



Mengetahui mu adalah sebuah rasa bahagia tak terkira. Hanya sekedar tahu, bisakah kau bayangkan rasaku bila aku mengenalmu? Senja adalah mimpiku, penghidup mimpiku dan hujan adalah rumahku yang membawaku menuju angan tentang mu. Bahagia ku nyata bila kulihat kau tersenyum di sebuah layar 14 inci yang menghidupkan hatiku, yang menjadi mataku, yang mengekor telinga ku untuk melihat posisimu termasuk posisi hatimu.

Kau tahu apa itu cinta? Cinta itu adalah rasa tanpa rasa. Cinta itu ada tanpa pernyataan ada. Hanya dia yang tahu kenapa dia muncul. Cinta itu cinta. Cinta itu kamu, yang menjadi dunia ku. Tapi apa yang bisa ku kata? Apa yang bisa kudamba? Jika cinta ini hanya cintaku, sedang kau hanya tau aku ada tapi tidak dengan rasa ini. Kau hanya menyungging senyum, dan terkadang kupikir kau sedang membanggakan senyum manis mu itu di depan mataku tanpa tahu aku berdebar akan itu. Bisakah ku pahat itu cinta? Agar dia berbentuk seperti yang kumau, itu wajahmu. Tapi aku tak bisa, karena takdir tidak mengijinkanku untuk itu.

Mengapa hujan mencipta rasaku padamu? Namun mengapa senja mengambilmu dariku? Dan pelangi menelan mentah itu dari hariku. 
Kembalikan hatiku langit!! Ini perih! Bila dia memberi sinarnya itu pada yang lain. Jadikan saja aku raflesia, agar aku bisa menelan dia, mentari itu.