Heartbeat In The Rain Eps.7 "Akhir Pahit"


Mereka bilang kalau kita memimpikan seseorang, tandanya orang itu sedang memikirkan kita. Tapi sepertinya ini hanya mimpi belaka bagiku. Nyatanya kau bahkan tak pernah melihatku, bahkan dari sudut matamu. Aku tahu karena aku selalu  perhatikan mu setiap inci waktu yang kupunya. Aku seolah berpikir dan percaya bahwa mimpi ini tidak punya arti, tidak punya makna bahkan secuilpun tidak. Waktu mengingatkanku bahwa kau hanyalah mimpi, hanya sebatas angan yang tidak berbatas. Mimpi tentang mu saja membingungkanku, disamping seluruh keraguan, angan, harapan, rasa suka dan cinta yang berujung tidak pasti dan sia-sia. Rasa yang tak sama. Rasa yang tak berujung. 

Kupikir jika kusentuh itu cinta, aku akan bahagia. Aku akan lupa bagaimana rasanya derita. Ternyata tidak! Bahagia memang datang, mengecup dengan lembut hingga dasar hatiku namun belum habis bulan berputar, bahagia berubah jadi sakit yang lebih sakit. Perih, sakit yang memagut dan membenamkan jiwaku dalam lahar asam yang pelan-pelan membunuhku. Waktu mengingatkanku padamu bahwa dia yang membawa mu lewat lebat hujan sore itu. Dan dia juga yang membawa mu pergi lewat manisnya nektar gerbera yang kau jadikan sebagai rumahmu dan tak pernah ada “aku” disana. 

Dan aku menyerah, pulang dan membawa luka yang tergores begitu dalam. Berdamai dengan paruh senja yang kubenci saat tergila-gila pada kisah ini. kuakhiri disini, dengan deras hujan yang kubiarkan menghantam tubuh dan egoku, menyerah pada takdir dan berharap waktu segera membasuh lukaku dengan dinginnya hujan. Mungkin nanti, suatu hari nanti akan kutemu kau lagi tanpa menyeret pilu. 

Rasa itu ada, diantara merah dan biru berusaha bertemu, Kau bisa bilang cinta itu buat mu bahagia Tapi cinta itu yang kau kutuk, ketika cinta itu terbenam kembali ke ufuknya, pergi meninggalkan mu sendirian, mudah jatuh cinta Lebih mudah lagi untuk punya rasa suka, sulitnya menemukan rasa yang sama. Menyatukan kutub berbeda, sesusah menggabungkan air dan api. Api bisa mendidihkan air, tapi ketika disiram air itu, api itu pun mati. Jadi apa itu cinta? Aku bertanya padamu… 





***