Mereka bilang kalau
kita memimpikan seseorang, tandanya orang itu sedang memikirkan kita. Tapi
sepertinya ini hanya mimpi belaka bagiku. Nyatanya kau bahkan tak pernah
melihatku, bahkan dari sudut matamu. Aku tahu karena aku selalu
perhatikan mu setiap inci waktu yang kupunya. Aku seolah berpikir dan
percaya bahwa mimpi ini tidak punya arti, tidak punya makna bahkan secuilpun
tidak. Waktu mengingatkanku bahwa kau hanyalah mimpi, hanya sebatas angan yang
tidak berbatas. Mimpi tentang mu saja membingungkanku, disamping seluruh
keraguan, angan, harapan, rasa suka dan cinta yang berujung tidak pasti dan
sia-sia. Rasa yang tak sama. Rasa yang tak berujung.
Kupikir jika
kusentuh itu cinta, aku akan bahagia. Aku akan lupa bagaimana rasanya derita.
Ternyata tidak! Bahagia memang datang, mengecup dengan lembut hingga dasar
hatiku namun belum habis bulan berputar, bahagia berubah jadi sakit yang lebih
sakit. Perih, sakit yang memagut dan membenamkan jiwaku dalam lahar
asam yang pelan-pelan membunuhku. Waktu mengingatkanku padamu bahwa dia
yang membawa mu lewat lebat hujan sore itu. Dan dia juga yang membawa mu pergi
lewat manisnya nektar gerbera yang kau jadikan sebagai rumahmu dan tak pernah
ada “aku” disana.
Dan aku menyerah, pulang
dan membawa luka yang tergores begitu dalam. Berdamai dengan paruh senja yang
kubenci saat tergila-gila pada kisah ini. kuakhiri disini, dengan deras hujan
yang kubiarkan menghantam tubuh dan egoku, menyerah pada takdir dan berharap
waktu segera membasuh lukaku dengan dinginnya hujan. Mungkin nanti, suatu hari
nanti akan kutemu kau lagi tanpa menyeret pilu.
Rasa itu ada,
diantara merah dan biru berusaha bertemu, Kau bisa bilang cinta itu buat
mu bahagia Tapi cinta itu yang kau kutuk, ketika cinta itu terbenam
kembali ke ufuknya, pergi meninggalkan mu sendirian, mudah jatuh cinta Lebih
mudah lagi untuk punya rasa suka, sulitnya menemukan rasa yang sama. Menyatukan
kutub berbeda, sesusah menggabungkan air dan api. Api bisa mendidihkan
air, tapi ketika disiram air itu, api itu pun mati. Jadi apa itu cinta?
Aku bertanya padamu…
***
